Skip to main content

Posts

Penantian tak berujung

Semburat sinar matahari pagi Menyapa malu di celah jendela Seolah mengisyaratkan Hal manis akan terjadi di musim ini Penantian yang tak berujung Akan hadirnya malaikat kecil Pelita biduk rumah tangga Selalu menjadi harapan kami Berbekal keyakinan dan optimisme tinggi Bait doa selalu terlantunkan Segala upaya dikerahkan Demi melihat kuasa-Mu dalam menjawab pinta kami sebagai Hamba Tak lupa pasrah diri kami persembahkan Layaknya dedaunan yang gugur di musim gugur Pasrah menuruti kehendak-Mu ya Rabb

Review wisata Bee Jay Bakau Resort

Assalamualaikum Wr.Wb Pasca lebaran waktu tepat untuk mengajak seluruh keluarga berwisata bersama dengan harapan hubungan silaturrahmi semakin erat terjalin. Kali ini saya mau mereview tempat wisata yg lumayan iconic bagi kota Probolinggo, Jawa Timur. Namanya BJBR (Bee Jay Bakau Resort). Bila kalian mengunjungi tempat tersebut,  terpampang jelas tulisan BJBR yang selalu digandrungi wisatawan untuk berselfi.        BJBR berlokasi di Probolinggo kota menawarkan beberapa hiburan di dalamnya seperti hutan bakau waterboom sepeda air, rumah bermain anak dan beberapa spot selfi menarik untuk berfoto. Akan lebih indah pemandangannya bila kita datang sore hari hingga bakda maghrib karena akan terlihat ribuan cahaya lampu bersinar di hamparan laut Probolinggo. Tiket masuk tahun 2019 pasca lebaran untuk wisatawan luar kota variatif. Tergantung lokasi yg akan dikunjungi. Mulai dari IDR 20 K hingga IDR 75K. Ketika itu kami bayar tik...

Sebuah Pemberian

Adalah sebuah Ajaran Memberi tanpa mengharap imbalan Dari jiwa seorang dermawan Dalam sebuah pemberian yang diterima Rasa tulus dan ikhlas senantiasa seirama Menjadi denyut jantung dalam menderma Ridla ilahi tujuan utama Menata hati agar bersih Sebab memberi tanpa pamrih Sungguh mulya tak bertepi Duhai engkau sang pemberi Cukup Allah yang mengganti Harapan Surga semoga nyata Tak menggantung di dunia Karena kami tak henti meminta Semoga amal diterima Titimangsa : Situbondo, 26 juni 2019 Bionarasi : saya seorang ibu rumah tangga yang selalu ingin berkarya dalam sastra

Autobiographiku

Namaku dina. tepatnya Andi Hadinah. Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Satu kakak perempuan dan satu adik laki laki. Aku lahir di sebuah kota tempat orangtuaku menimba ilmu, Yogyakarta, Jawa Tengah pada tanggal 24 juli 1987. Asli ibuku Bima, Nusa Tenggara Barat. Sementara bapak berasal dari sebuah kota kecil di Jawa Timur tepatnya Situbondo. Mereka bertemu di tempat kuliah yang sama sebagai mahasiswa di salah satu kampus Yogyakarta. Lulus sarjana muda, ibu menikah dengan bapak dan memutuskan untuk tinggal di kota tersebut untuk beberapaa waktu guna menyelesaikan kuliah bapak. Dua tahun setelah pernikahan, lahirlah seorang puteri cantik bernama Andi Hadinah.     Mengapa namaku Andi sementara jenis kelaminku perempuan? Hampir setiap orang yang ku kenal pernah bertanya hal itu. Mulai dari teman, Guru ketika ku belajar di bangku SMP, Aliyah bahkan saat kuliahpun ada beberapa dosen yang penasaran akan hal itu. Adakah aku keturunan bangsawan sulawesi sehingga gelar kehormatan dis...

Bait Pengingat

# Kita sering bertemu dengan orang-orang yang berbeda sifat tapi sama keluhannya yaitu Apa yang dapat diperbuat agar semua bernilai ekonomi? Ingin ya bisa bikin ini....kemudian dijual... hitung.. hitung.. lumayan bisa nambah uang tabungan.. dan bla....bla.... bla.. dengan deretan keluhan lainnya. # Ok, seandainya kita dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif dan menghasilkan uang. Lantas,  uang yang diperoleh untuk apa? untuk pamer kah? untuk berfoya - foya kah? agar dibilang sebagai manusia produktif kah? untuk dipakai di jalan Allah kah? atau untuk menyenangkan keluarga? # Ingat!  Semua ada pertanggungjawabannya. Apa yang kita miliki dan lakukan itu semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya. #  Sepintas,  uang dapat membahagiakan orang-orang yang kita sayangi tapi bukan berarti semua dapat dipenuhi dengan uang. Ada ruang untuk saling menyayangi,  saling perhatian, saling perduli,  saling mencintai dan saling menghargai yang harus kita ...

Lebaran berpantun

Lebaran telah usai saatnya diri bersiap memulai Beraktifitas, menjalani hari dengan benar dan tetap santai Boleh bergurau tapi tetap jangan abai Mentari pagi menyapa dengan sinarnya yang hangat Menerangi alam dengan udara yg segar tanpa syarat Ibu-ibu mulai sibuk menghidupkan asap Demi terhidang sarapan pagi yang mantab anak- anak mulai bersekolah Berangkat pagi dengan lincah Saling bertegur sapa dan ucap lahir batin dengan ramah Masuk kelas dengan wajah sumringah Ups....lupa.... Meski tak sempat di minggu kemarin untuk berucap lahir dan batin Untuk semua para pengguna face book Ijinkan saya untuk berlutut Dengan segala khilaf dan kekeliruan Meski tanpa ada pertemuan Maafkan saya untuk saat ini dan seterusnya Semoga kita semua senantiasa mendapat Ampunan-Nya

Game dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Anak

 Di zaman milenial ini, kita disuguhkan dengan beragam kemajuan di mana ketika semakin tinggi tingkat persaingan ekonomi masyarakat, semakin tinggi pula tingkat kreativitas mereka untuk memproduksi beragam  pilihan teknologi salah satunya adalah game. Game yang dibuat sangatlah variatif tergantung kepada target konsumen. Mulai diperuntukkan bagi anak usia balita yang sifatnya mengedukasi hingga usia dewasa yang bersifat menghibur. Di tengah kemajuan ini, mayoritas orang lebih membutuhkan Dylan (dygital melayani) dan respon cepat tanggap. Game awalnya merupakan sebuah permainan bernilai menghibur dan media penambah Kreativitas anak. Di sisi lain, Game dianggap dapat mengancam kualitas sosial anak. Munculnya anggapan ini disebabkan oleh sifat game yang mengikat pemain untuk terus bermain sampai level akhir. Hal ini mengakibatkan berkurangnya waktu interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.  Kita sebagai orang tua muslim merasakan kekhawatiran mendalam akan hal itu. Di a...