Skip to main content

Game dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Anak

 Di zaman milenial ini, kita disuguhkan dengan beragam kemajuan di mana ketika semakin tinggi tingkat persaingan ekonomi masyarakat, semakin tinggi pula tingkat kreativitas mereka untuk memproduksi beragam  pilihan teknologi salah satunya adalah game. Game yang dibuat sangatlah variatif tergantung kepada target konsumen. Mulai diperuntukkan bagi anak usia balita yang sifatnya mengedukasi hingga usia dewasa yang bersifat menghibur.
Di tengah kemajuan ini, mayoritas orang lebih membutuhkan Dylan (dygital melayani) dan respon cepat tanggap. Game awalnya merupakan sebuah permainan bernilai menghibur dan media penambah Kreativitas anak. Di sisi lain, Game dianggap dapat mengancam kualitas sosial anak. Munculnya anggapan ini disebabkan oleh sifat game yang mengikat pemain untuk terus bermain sampai level akhir. Hal ini mengakibatkan berkurangnya waktu interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.

 Kita sebagai orang tua muslim merasakan kekhawatiran mendalam akan hal itu. Di antara keinginan dalam mencetak generasi religius melek teknologi, muncul tanda tanya besar tentang bagaimanakah sikap kita menghadapi kemajuan seperti game ini? Apakah bersikap antipati ataukah membiarkan generasi tergilas oleh kemajuan zaman? Mampukah kita menanamkan nilai-nilai moral dalam mengedukasi sosial mereka agar tercipta generasi berkualitas dan berakhlak mulia?

Tidak semua kemajuan membawa dampak positif terhadap generasi bangsa. Ada dampak negatif yang perlu kita hindari dan waspadai. Dan kita pun tidak ingin dampak negatif justru cenderung berpengaruh terhadap perkembangan mereka mulai dari  tahap balita, remaja hingga dewasa. Dalam hal ini game yang mengalami perkembangan sangat cepat dapat kita rasakan bersama yaitu mulai dari permainan 2 pemain hingga dapat dimainkan secara bersama-sama dalam waktu bersamaan baik secara offline ataupun online.

          Di lain hal sebuah berita mengabarkan ada beberapa game dibuat selevel plastation 4  yang lebih memudahkan penggemar game memainkannya karena dapat dimainkan melalui HP. Seperti HP Gaming Gahar yang muncul di penghujung tahun 2018 yaitu Xiaomi Black Shark,  Razer Phone dan Asus ROG Phone. Melalui spesifikasi HP yang disajikan, Penggemar Game dapat menikmati beberapa game android terbaik 2019 seperti Cyber Hunter, Garena Speed Drifters dan Life is Strang Mobile.
            Game dengan tampilan gambar menarik, mampu mengikat penggemar game untuk selalu memainkannya hingga level akhir. Hal ini menginspirasi mereka dalam menciptakan dan memadukan warna  dalam hal mewarnai sebuah gambar, mendesain ataupun memilih warna busana. Tingkat kesulitan di setiap levelnya melatih mereka untuk memusatkan daya fokus dan berfikir cepat tentang strategi memenangkan permainan tersebut. Selain itu, penggunaan bahasa inggris pada game tertentu mampu menarik minat untuk menghafal beberapa kosakata yang biasa ditemui seperti You Win! Enter! You loose! Dan Play.
Di sisi lain game pun memiliki nilai ekonomi tinggi bagi kalangan tertentu seperti pembuat game, Game Developer yaitu salah satu bagian dari pembuat game dan pemilik warung internet. Badan ekonomi kreatif (Bekraf) mengungkapkan Indonesia merupakan negara  produsen berkualitas baik yang mampu mencapai Rp. 1 Triliun setiap tahunnya sehingga saat ini Game Developer merupakan sebuah profesi yang dinilai menjanjikan.

Selain sebagai konsumen penikmat game, sebagai orang tua juga dituntut untuk selalu memantau dan membatasi aktifitas mereka ketika bermain game. Jangan sampai game yang dimainkan justru mengurangi sikap peka mereka terhadap lingkungan sekitar karena cara sistem kerjanya yang bersifat candu.
Dalam usia belia, ada banyak ilmu yang harus diserap untuk mencetak mereka sebagai generasi berkualitas. Salah satunya yaitu ilmu sosial yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan budi pekerti sebagai bekal berinteraksi ketika terjun bermasyarakat kelak seperti hal nya sikap empati dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
            Dalam hal ini seorang anak biasanya dapat membantu sang ibu yang saat itu butuh bantuan tetapi sang anak justru bersikap tidak acuh dan cuek karena fokus bermain game. Kasus konkret lain yang lebih parah adalah terjadi tindak pidana seperti pemberitaan Sindo News.com pada bulan Oktober 2018 lalu yaitu perampokan minimarket oleh tiga remaja di kota Jakarta lantaran ketagihan terhadap game online. Ketergantungan mereka terhadap game online, memaksa mereka untuk sering menyisihkan uang agar dapat terus bermain. Dalam proses menyisihkan uang, terkadang anak-anak terkendala dengan kebutuhan lainnya seperti biaya kebutuhan sekolah dan lain sebagainya. Kendala demikian memaksa anak untuk bersikap instan yaitu mendapatkan uang dengan cara apapun seperti mencuri dan merampok.
Dampak negatif ini tentunya sangat tidak diinginkan terjadi pada buah hati setiap orang tua. Oleh karenanya, salah satu cara menyikapi kemajuan ini adalah selain dapat menikmati berbagai kemajuan teknologi seperti bermain game yang tersedia dengan banyak pilihan, mulai dari game 2 dimensi sampai 4 dimensi, kita pun harus dapat membatasi diri agar tidak termakan dampak negatifnya.

Berikutnya kita dapat mengarahkan mereka dengan banyak beraktifitas positif baik di dalam maupun luar rumah sehingga Ibu sebagai orang terdekat anak sangat dibutuhkan perannya dalam hal memantau, memberi contoh dan mengarahkan. Harapannya meskipun kita mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, kita tetap dapat mencetak generasi berkualitas dan berkarakter mulia.

Comments

Popular posts from this blog

Secangkir Kopi Panas

Tepat jam 09.00 malam, si sulung tidur nyenyak dengan bertelanjang dada di atas ubin. Sejak kecil ia tidak suka tidur beralas kasur. Suatu ketika saya pernah mensiasatinya dengan mengajaknya tidur di atas hambal atau karpet, tetap saja 10 menit dari tidurnya, tubuhnya yang bulat akan bergeser ke samping mencari area dingin untuk badannya. Awalnya, aku sangat mengkhawatirkannya. Khawatir dinginnya ubin berpengaruh negatif pada paru-paru atau organ dalam lainnya. Kekhawatiran itu sirna setelah si Paksu menunjukkan artikel tentang efek tidur di atas ubin yang mengatakan bahwa hal itu tidak berdampak apa-apa bagi kesehatan hanya saja membuat badan jadi pegal-pegal karena sifat ubin yang keras tidak lembut seperti kasur. Keesokan harinya setelah ku tanyakan si kakak perihal badannya apakah pegal atau tidak? Jawabnya dengan santai " Enggak tuh bu!". Ok, kekhawatiran yang mendera sirna. Kembali pada cerita awal, rasa lelah belum membuat mataku terpejam dan lelap. Aku merasa...

Bellpalsy

Sudah dua hari nina duduk termenung meratapi penyakit yang tengah menderanya saat ini. Siapa sangka diumur pernikahan yang masih sebiji jagung, ia sudah terkena stroke. Yah dia mengira menyakit yang membuat mentalnya hancur saat ini adalah stroke. Karena mulutnya yang mencong dan garis wajah di kedua sisi tidak simetris. "Ya Allah, baru saja aku sembuh dari penyakit itu, sekarang kau beri aku penyakit ini". Gumamnya dalam hati. Keluh kesah tak lagi ia pendam. Ia luapkan dengan kucuran air mata yang tak mampu dibendungnya. "Ayo dik, siap-siap ya. Kita ke dokter saraf sekarang" kata Doni, suami Nina yang masih sibuk merekap beberapa nota pengiriman gula. "Sudah, jangan nangis terus. Nanti manisnya hilang lo". Hiburnya dari kursi tempat ia duduk. "ih mas ini..ngeledekin aku terus. Sudah muka perot begini masih dibilang manis. Kena sendiri baru tau rasa". Jawabnya cepat seolah menunjukkan rasa tidak suka dengan sikap suami yang berusah...

Sebuah Rasa

Nina adalah seorang janda dengan satu anak Perempuan yang sedang beranjak remaja. Setiap hari ia habiskan waktu dengan bekerja sebagai pembuat kue basah di sebuah toko catering milik bu Rina. Sebagai single parent, tak membuatnya bersikap lemah dalam memenuhi kebutuhan harian ia dan puterinya. Ia mulai terbiasa hidup keras. Kesedihan sebab ditinggal mati sang suami tidak lagi ia rasakan. Jarang sekali ibu Rina menemukan Nina dalam kondisi bersedih . Sikap qona'ah atas takdir Allah sepenuhnya mampu membuatnya menjadi sosok tangguh di tengah arus persaingan ekonomi yang semakin ketat. Namun, beberapa hari ini, Nina bukanlah wanita yang dapat beraktifitas seperti biasanya. Ia lebih sering terlihat murung dan gelisah. Beberapa kali ibu Rina memergokinya tengah serius memencet-mencet tombol ponselnya seolah mengetik sebuah kalimat namun selalu ia hapus. Ibu Rina tak berani bertanya terlalu dalam tentang perihal yang sedang mengganggunya saat ini. Sementara Nina, sudah d...