Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2019

Mata Mengunci Jam Dinding

" Wah, sudah 178 chat?" Ucapku saat mbuka WA tadi malam selepas menidurkan si bungsu. Jemariku mulai lincah menyapu layar android, mengusapnya dan sesekali sentuhan manja si telunjuk membuka notifikasi facebook dan beberapa fanspage event challenge. " Ya Ampun, dua hari tak buka hp, rupanya aku tertinggal banyak informasi" Pikirku berbicara sendiri. Meskipun bukan pebisnis online yg tiap waktu buka HP agar mendapat informasi terbaru, aku yang punya hobby menulis juga tak kalah aktif membuka HP setiap hari. Hanya saja ranahku tentang tulis menulis dan kepenulisan. Berimajinasi dan berkhayal, mencari ide bagaimana membuat tulisan memikat, gurih dan lezat seperti anggota JeWe lainnya. Pikiran teringat untuk membaca chating sahabat JeWe satu persatu. Ada yang sudah setor 10 tugas, 8, 7 ataupun 3 tugas karangan. Sepintas saya berfikir, " Dari beberapa anggota kelas, kok sekarang aku jadi anggota tertinggal ya" " kalau begitu, aku harus bikin b...

Serpihan Hati Mumu

Cinta itu menyinari. Ibarat Matahari dan Bulan selalu bersinar tulus meski awan menutupi. Lantas, apa susahnya meniru Bulan? Menyinari disini bermakna luas. Kasih sayang tulus, mencurahkan perhatian, menghormati termasuk jg memaafkan dengan tulus.Kali ini saya akan bercerita tentang buah dari sikap sabar. Betapa sabar membawa keberuntungan. "Man shobaro, Faza". " Barangsiapa bersabar maka beruntung" " Tak sumpahi jadi bunga lo ya!" Pak Jaja meluapkan kemarahannya atas sikap ceroboh Mumu yang berulangkali keliru ngelist dagangannya di gudang sepatu kian menjadi. Mumu sebagai karyawan baru di toko itu tampak takut dengan sikap keras Pak Jaja, sang pemilik toko. " Maafkan saya pak. Pikiran saya sedang......." " Ah ...sudah...sudah....kamu selalu saja beralasan tiap kali berbuat salah". "Minggu lalu karena kunyit, kemarin karena sirih, sekarangpun demikian". Tolak Pak Jaja atas upaya Mumu menjelaskan penyebab kesalahan. ...

Setelah susah pasti ada mudah

"Aku tersentuh oleh suara lembut putera sulungku melantunkan Adzan di surau barunya". Cerita bunda Ayu padaku kemaren sore dengan mata berkaca penuh haru.  "Bagaimana tidak, sebab di surau lamanya ia dibully oleh isteri pemilik surau lantaran kebencian pribadinya terhadap keluargaku". Tambahnya dengan menjelaskan penuh semangat. " selain itu, aku dapat merasakan perkembangan pesat yang terjadi pada anakku di surau ini". Sambil menghidangkan teh panas, bunda Ayu terus bercerita hingga tanganku mulai tak sabar ingin mencubit bolu coklat di samping teh. Walau sedikit kepanasan tanganku mencubit bolu itu, aku tetap dapat merasakan kelezatannya gigitan demi gigitan. Akhirnya akupun berkesimpulan putera sulung bunda Ayu mendapat banyak kemudahan di surau barunya setelah banyak kesulitan yang terjadi di suraunya yang lama. Bukankah itu semakna dengan bunyi ayat " inna ma'al 'usri yusro?"(setelah kesulitan ada kemudahan?)

Sebuah Pintu

Ku buka pintu kelas Jenius Writing, menurut beberapa testimony, kelas ini sangatlah seru. Semua orang yang pernah singgah keluar dengan kebahagiaan tiada tara. Tentunya dengan wajah dan hati sumringah. Mengenal pintu kelas ini membuat rasa penasaranku kian dalam untuk semakin memasukinya. Karena terbukti banyak siswa pemula yang lulus dengan lincah dan menggugah hati para pembaca. Lalu sepenuh hati ku masuki pintu ini dengan ucapan bismillah niat ngalap berkah dari sang kekasih Allah. Saat kumulai melangkahkan kaki kananku memasuki ruangan dimana ada banyak wajah-wajah ramah dengan niat sama denganku, tiba-tiba terbukalah pintu rahasia terletak di sebelah meja yang ku tuju. Di situlah ku temukan beberapa alat seperti pena, buku, HP dan Laptop, Di sana juga terdapat banyak gelembung udara berwarna-warni. Ada merah, hijau, ungu, pink, biru hingga hitam. Di dalamnya bertuliskan ide-ide, rahasia sukses penulis pemula, kata-kata yang memotivasi serta harapan dan do'a. Ku datangi...

Sebuah Jalan

"Selalu menjadi orang pertama dalam memberi pertolongan. Namun dalam mencari kesalahan dan menjatuhkan orang juga jagonya. Apakah orang baik demikian?" Tanya Luna pada Syamsa sahabatnya yang lama mengenyam ilmu agama di pesantren. Luna terbiasa mencurahkan isi hatinya pada Syamsa. Syamsa dengan wawasan agamanya yang luas, mampu memenuhi logika Luna yang sering terbawa perasaan. Pagi itu, di mushollah keluarga milik pak Khoir ayah Syamsa, duduk dua mamah muda yang tengah asyik berdialog. Perbincangan mereka dihangatkan dengan gemuruh candaan anak- anak balita. Topik pembahasan berfariasi. Terkadang mereka membahas tujuan manusia hidup di dunia, makna perjuangan sebagai khalifah di muka bumi, tentang akidah, akhlak, tumbuh kembang anak hingga resep hidangan lezat home made. Sesekali terdengar tawa renyah di sela-sela pembicaraan mereka yang asyik, sekali waktu mereka terlihat sama-sama menangis bercurah kesah dan saling menguatkan satu dan lainnya. Syamsa terdiam sejenak...

Its just about facebook

Manusia makhluk sosial. Facebook adalah salah satu media online untuk bersosial. Bagaimanakah menyikapi facebook? -------------------------***--------------------------- Ku buka pintu masuk untuk mengenal semua orang yang suka bersosial dan 'say hello' di berandaku. Ada beberapa dari teman masa sekolah dulu, ada juga dari masa kuliah, teman-teman waktu sempat menjadi guru di dua sekolah swasta, beberapa sanak saudara dan beberapa orang di luar yang aku sebutkan tadi. Aku mengenal mereka dari huruf-huruf yang disebarnya. Bahwa si A adalah seorang yang pintar, penuh ilmu pengetahuan dan ingin menyebarkan ilmunya padaku. Si B yang sangat menghargai waktu sehingga dimanapun ia berada haruslah menghasilkan rupiah, dialah pebisnis sejati. Si C yang selalu menjaga silaturrahmi dengan orang-orang sekitarnya sehingga terkadang ia ngirit kuota untuk update status. Sekalinya berstatus hanya untuk bercengkrama manjah dengan orang-orang sekitar sekedar menghilangkan jenuh yang mendera ...

Secangkir Kopi Panas

Tepat jam 09.00 malam, si sulung tidur nyenyak dengan bertelanjang dada di atas ubin. Sejak kecil ia tidak suka tidur beralas kasur. Suatu ketika saya pernah mensiasatinya dengan mengajaknya tidur di atas hambal atau karpet, tetap saja 10 menit dari tidurnya, tubuhnya yang bulat akan bergeser ke samping mencari area dingin untuk badannya. Awalnya, aku sangat mengkhawatirkannya. Khawatir dinginnya ubin berpengaruh negatif pada paru-paru atau organ dalam lainnya. Kekhawatiran itu sirna setelah si Paksu menunjukkan artikel tentang efek tidur di atas ubin yang mengatakan bahwa hal itu tidak berdampak apa-apa bagi kesehatan hanya saja membuat badan jadi pegal-pegal karena sifat ubin yang keras tidak lembut seperti kasur. Keesokan harinya setelah ku tanyakan si kakak perihal badannya apakah pegal atau tidak? Jawabnya dengan santai " Enggak tuh bu!". Ok, kekhawatiran yang mendera sirna. Kembali pada cerita awal, rasa lelah belum membuat mataku terpejam dan lelap. Aku merasa...

Kisah si Emon

Setiap pagi dora dan emon bertemu pandang di ujung pertigaan jalan menuju sekolah. Dora yang duduk di bangku SMA selalu tanpa sengaja bertemu dengan Emon yang memikat. Mungkin sudah takdir, meski dengan kondisi berbeda mereka hampir selalu bertemu. Ketika Dora mengunjungi Gramedia, di parkiran sepeda Emon tengah asik bersantai dengan temannya petugas parkir. Suara lantang Emon mampu menarik telinga Dora untuk mendekat ke arahnya. " Mau beli buku ya? Boleh aku temenin?" Emon menyapa Dora yang tengah buru- buru. " nggak ah, makasih" Jawab Dora sekenanya. " Akhir2 ini kita sering bertemu ya? Mungkinkah kita ........" Emon tak berani melanjutkan kalimatnya. Ia berharap Dora merasakan hal yang sama dengan Emon. Namun sebaliknya, Dora bersikap acuh tak memperdulikannya. Ia sama sekali tak berfikir macam- macam atas sikap Emon yang selalu manis padanya. Emon, pentol cilok yang terkenal kelezatannya hanya mampu menahan kecewa. Mungkinkah Dora sudah menja...

Tenggorokan Menarik Air

" Mulai detik ini kita pisah". Dengan tegas suamiku melemparkan emosinya padaku yang mulai bersimbah darah. " Maafkan aku, Mas"  Jawabku dengan tangis sedu sedan. "Aku tak ingin mengulanginya lagi." "Aku hanya ingin kita kembali bersama menggapai segala cita dan asa." Jawabku sembari berpegangan kepada daun pintu yang mulai reot. Plakkk...sebuah tamparan melayang di pipiku yang basah dengan air mata. Tepat jam 23.00 aku yang tertidur pulas menemani si sulung, terbangun dengan keringat bercucuran. " Dari tadi kamu dirubung nyamuk. Lupa gak pakai Autan ya?"  Tanya suamiku yang belum tidur saat itu. "Astaghfirullah...ini kan sinetron tadi siang di TV". Aku berbicara sendiri dalam hati tanpa menggubris suami yang berusaha tepuk nyamuk di dekatku. Segera ku lakukan apa yang telah diajarkan Nabi yaitu meniup ke arah kiri sebanyak tiga kali lalu bertaawudh sebanyak jumlah tiupan dan membalikkan badan ke arah y...

Biasa Itu Lebih Baik

Pagi yang cerah dengan sinar mentari hangat dua sahabat tengah asyik menikmati mekarnya bunga mawar terhampar indah di hadapan mereka. Berlin sahabat karib Niken adalah orang sibuk yang sangat susah ia temui. Sudah berhari-hari ia memendam kesedihannya pada Torik, sang mantan pacar yang berprofesi sebagai Dosen di kotanya. Setelah beberapa kali gagal bertemu, akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di taman kota dekat kantor Berlin bekerja. Saat bertemu, Niken memberondong beberapa alasan yang dikeluhkan tentang kekecewaannya terhadap Toriq selama ini. Sesekali matanya berair sebab rasa sedih  begitu dalam ia rasakan. Berlin sahabat bijak yang dikenalnya sejak  kecil, sangat tau karakter Niken. Ia berusaha menata nasehatnya agar tidak menyinggung perasaan Niken. "Sejauh mata memandang menembus makna dibalik ucapan lembut dan merahnya bibirmu tentang seseorang yang sangat kau benci, itu semua hanyalah penilaian subjektivitasmu. Buktinya, sikap orang yang kau benci pada...

Pengalaman pertama di kelas menulis JeWe

Hawa sejuk pegunungan masih menyelimuti ruang kelas kursus menulis kala itu. Mentari yang mulai meninggi belum mampu menghangatkan udara sejuk pagi. Semilir angin musim serta bunga Seruni dan Matahari bermekaran sepanjang jalan dari kaki bukit gunung Rinjani.            Beberapa peserta kursus datang bersepeda menuju tempat tersebut meski tak sedikit pula yang berjalan kaki. Ada yang mengayunkan langkahnya dengan gontai hawatir telat masuk kelas dan ada pula yang masih berjalan santai syantik ala-ala princess karena jadwal belajarnya masih jam 1 siang nanti.        Sesekali mereka saling bertegur sapa untuk memperkokoh silaturrahmi yang sempat terpisah oleh liburan semester tahun ini.         Di halaman sekolah dengan taman luas dan pepohonan rindang serta beberapa kursi kayu yang berjejer rapi menambah nuansa alam yang nyaman untuk belajar di tempat ini.         Ada masjid cantik terletak ...