Skip to main content

pagimu rizkimu

Apa cerita pagimu?
Seberapa pagi kau memulai hari?
Saya ingin menulis tentang indahnya suasana pagi dan rezeki apa saja yang akan kita dapatkan di pagi hari?

Bermula dari Sabda Rasul yang berbunyi : " Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat Barokah dan keberuntungan."(HR. Thabrani dan Al Bazzar).

Dimulai dari adzan yang berkumandang tanda waktu shalat telah tiba. Memulai hari dengan beribadah dan doa yang didahului dengan ritual bersih suci sebelumnya. Demikian kami kaum muslim memulai hari-harinya.

Sebagai seorang muslim dengan energi penuh semangat, pantang tidur setelah shalat shubuh. Rasa kantuk dilawan dengan kegiatan positif dan menyenangkan seperti memasak dan menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga, menghibur dan membersamai anak-anak, mendengarkan ceramah pagi di tayangan televisi, mencuci pakaian, membantu isteri menyiapkan sarapan, dan lain sebagainya.

Semakin pagi kita bangun, semakin besar pula rezeki yang akan kita peroleh karena kita menyiapkan wadah rezeki yang jauh lebih besar, lebih luas dan lebih banyak dari pada mereka yang suka bangun kesiangan.

Udara segar di pagi hari dapat dihirup semau  kita. Kita pun dapat mendetox paru-paru dengan gratis melalui kesejukan udara pagi. Kita memperoleh vitamin D dari sinar matahari pagi. Tak terlupakan pula, para ibu akan kebagian bahan masakan yang lebih variatif dan segar di penjual sayur keliling.kita akan rutin bertemu bakul jamu harian, penjual susu sapi segar dan penjual koran.

Kita mendapatkan informasi terbaru tentang hari itu lebih awal. Seperti kabar tetangga yang sedang berduka, tetangga melahirkan, rapat dimajukan jadwalnya secara tiba-tiba dan bahkan pemadaman bergilir yang tidak kita dengar di kemarin hari.
Dengan pagi penuh semangat, kita isi waktu berikutnya dengan baik. Anak-anak berangkat sekolah tepat waktu, suamipun dijamin menjadi karyawan disiplin. Kita akan mendapat urutan awal di Rumah Sakit Umum ketika pergi berobat.

Namun perlu diingat, jangan sampai rezeki yang diperoleh hari itu akan meleleh sia-sia. Tak lupa kita hindari hal-hal yang dimurkai Allah. Berghibah di kerumunan orang yang mengitari gerobak sayur dan tidak berbelanja berlebihan merupakan contoh sikap yang harus dihindari.agar senantiasa berkah rezeki kita.

Comments

Popular posts from this blog

Secangkir Kopi Panas

Tepat jam 09.00 malam, si sulung tidur nyenyak dengan bertelanjang dada di atas ubin. Sejak kecil ia tidak suka tidur beralas kasur. Suatu ketika saya pernah mensiasatinya dengan mengajaknya tidur di atas hambal atau karpet, tetap saja 10 menit dari tidurnya, tubuhnya yang bulat akan bergeser ke samping mencari area dingin untuk badannya. Awalnya, aku sangat mengkhawatirkannya. Khawatir dinginnya ubin berpengaruh negatif pada paru-paru atau organ dalam lainnya. Kekhawatiran itu sirna setelah si Paksu menunjukkan artikel tentang efek tidur di atas ubin yang mengatakan bahwa hal itu tidak berdampak apa-apa bagi kesehatan hanya saja membuat badan jadi pegal-pegal karena sifat ubin yang keras tidak lembut seperti kasur. Keesokan harinya setelah ku tanyakan si kakak perihal badannya apakah pegal atau tidak? Jawabnya dengan santai " Enggak tuh bu!". Ok, kekhawatiran yang mendera sirna. Kembali pada cerita awal, rasa lelah belum membuat mataku terpejam dan lelap. Aku merasa...

Bellpalsy

Sudah dua hari nina duduk termenung meratapi penyakit yang tengah menderanya saat ini. Siapa sangka diumur pernikahan yang masih sebiji jagung, ia sudah terkena stroke. Yah dia mengira menyakit yang membuat mentalnya hancur saat ini adalah stroke. Karena mulutnya yang mencong dan garis wajah di kedua sisi tidak simetris. "Ya Allah, baru saja aku sembuh dari penyakit itu, sekarang kau beri aku penyakit ini". Gumamnya dalam hati. Keluh kesah tak lagi ia pendam. Ia luapkan dengan kucuran air mata yang tak mampu dibendungnya. "Ayo dik, siap-siap ya. Kita ke dokter saraf sekarang" kata Doni, suami Nina yang masih sibuk merekap beberapa nota pengiriman gula. "Sudah, jangan nangis terus. Nanti manisnya hilang lo". Hiburnya dari kursi tempat ia duduk. "ih mas ini..ngeledekin aku terus. Sudah muka perot begini masih dibilang manis. Kena sendiri baru tau rasa". Jawabnya cepat seolah menunjukkan rasa tidak suka dengan sikap suami yang berusah...

Sebuah Rasa

Nina adalah seorang janda dengan satu anak Perempuan yang sedang beranjak remaja. Setiap hari ia habiskan waktu dengan bekerja sebagai pembuat kue basah di sebuah toko catering milik bu Rina. Sebagai single parent, tak membuatnya bersikap lemah dalam memenuhi kebutuhan harian ia dan puterinya. Ia mulai terbiasa hidup keras. Kesedihan sebab ditinggal mati sang suami tidak lagi ia rasakan. Jarang sekali ibu Rina menemukan Nina dalam kondisi bersedih . Sikap qona'ah atas takdir Allah sepenuhnya mampu membuatnya menjadi sosok tangguh di tengah arus persaingan ekonomi yang semakin ketat. Namun, beberapa hari ini, Nina bukanlah wanita yang dapat beraktifitas seperti biasanya. Ia lebih sering terlihat murung dan gelisah. Beberapa kali ibu Rina memergokinya tengah serius memencet-mencet tombol ponselnya seolah mengetik sebuah kalimat namun selalu ia hapus. Ibu Rina tak berani bertanya terlalu dalam tentang perihal yang sedang mengganggunya saat ini. Sementara Nina, sudah d...