" Mulai detik ini kita pisah".
Dengan tegas suamiku melemparkan emosinya padaku yang mulai bersimbah darah.
" Maafkan aku, Mas"
Jawabku dengan tangis sedu sedan.
"Aku tak ingin mengulanginya lagi."
"Aku hanya ingin kita kembali bersama menggapai segala cita dan asa."
Jawabku sembari berpegangan kepada daun pintu yang mulai reot.
Plakkk...sebuah tamparan melayang di pipiku yang basah dengan air mata.
Tepat jam 23.00 aku yang tertidur pulas menemani si sulung, terbangun dengan keringat bercucuran.
" Dari tadi kamu dirubung nyamuk. Lupa gak pakai Autan ya?"
Tanya suamiku yang belum tidur saat itu.
"Astaghfirullah...ini kan sinetron tadi siang di TV".
Aku berbicara sendiri dalam hati tanpa menggubris suami yang berusaha tepuk nyamuk di dekatku. Segera ku lakukan apa yang telah diajarkan Nabi yaitu meniup ke arah kiri sebanyak tiga kali lalu bertaawudh sebanyak jumlah tiupan dan membalikkan badan ke arah yang lain.
Spontan pikiranku teringat sebuah adab seorang muslim bila bermimpi buruk.
الرؤيا الصالحة من الله
، والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم ما يكره فلينفث عن يساره ثلاثا، وليتعوذ بالله من الشيطان ومن شر ما رأى ثلاثاً، ثم ينقلب على جنبه الآخر، فإنها لا تضره ولا يخبر بها أحداً
“Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awwudz sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu hendaknya ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain, dengan demikian tidak ada lagi yang membahayakan dan jangan ceritakan kepada seorang pun mimpi tersebut” (HR. Bukhari no. 6995, Muslim no. 2261).
Setelah sadar, baru terasa kalau tenggorokanku kering. Dengan langkah gontai langkahku tertuju pada galon di dapur. Glek...glek...segelas besar habis seketika..
" Alhamdulillah"
Ucapku sembari menarik tiga lembar tissue untuk membersihkan sisa makeup di wajah yang belum sempat dibersihkan habis magrib tadi.
langkahku langsung menuju kamar mandi berniat melaksanakan shalat isya.
Sehabis shalat aku termenung teringat mimpi buruk tadi.
" Naudhubillah tsumma naudubillah"
Aku beranjak dari tempat shalat ke tempat tidur untuk melanjutkan tidur.
Dengan tegas suamiku melemparkan emosinya padaku yang mulai bersimbah darah.
" Maafkan aku, Mas"
Jawabku dengan tangis sedu sedan.
"Aku tak ingin mengulanginya lagi."
"Aku hanya ingin kita kembali bersama menggapai segala cita dan asa."
Jawabku sembari berpegangan kepada daun pintu yang mulai reot.
Plakkk...sebuah tamparan melayang di pipiku yang basah dengan air mata.
Tepat jam 23.00 aku yang tertidur pulas menemani si sulung, terbangun dengan keringat bercucuran.
" Dari tadi kamu dirubung nyamuk. Lupa gak pakai Autan ya?"
Tanya suamiku yang belum tidur saat itu.
"Astaghfirullah...ini kan sinetron tadi siang di TV".
Aku berbicara sendiri dalam hati tanpa menggubris suami yang berusaha tepuk nyamuk di dekatku. Segera ku lakukan apa yang telah diajarkan Nabi yaitu meniup ke arah kiri sebanyak tiga kali lalu bertaawudh sebanyak jumlah tiupan dan membalikkan badan ke arah yang lain.
Spontan pikiranku teringat sebuah adab seorang muslim bila bermimpi buruk.
الرؤيا الصالحة من الله
، والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم ما يكره فلينفث عن يساره ثلاثا، وليتعوذ بالله من الشيطان ومن شر ما رأى ثلاثاً، ثم ينقلب على جنبه الآخر، فإنها لا تضره ولا يخبر بها أحداً
“Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awwudz sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu hendaknya ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain, dengan demikian tidak ada lagi yang membahayakan dan jangan ceritakan kepada seorang pun mimpi tersebut” (HR. Bukhari no. 6995, Muslim no. 2261).
Setelah sadar, baru terasa kalau tenggorokanku kering. Dengan langkah gontai langkahku tertuju pada galon di dapur. Glek...glek...segelas besar habis seketika..
" Alhamdulillah"
Ucapku sembari menarik tiga lembar tissue untuk membersihkan sisa makeup di wajah yang belum sempat dibersihkan habis magrib tadi.
langkahku langsung menuju kamar mandi berniat melaksanakan shalat isya.
Sehabis shalat aku termenung teringat mimpi buruk tadi.
" Naudhubillah tsumma naudubillah"
Aku beranjak dari tempat shalat ke tempat tidur untuk melanjutkan tidur.
Comments
Post a Comment