Ingatanku kembali ke masalalu saat masih SMP dulu. Kala itu aku mencari ilmu di sebuah asrama dengan jarak tempuh ribuan kilometer di luar kota dari tempat tinggalku.
Berhubung jarak rumah dan asrama sangatlah jauh, ketika aku kehabisan uang, orang tua mengirimiku uang via wesel. Ada yang tahu apa itu wesel? Yang belum tahu, silahkan cari sendiri di google. Ada banyak penjelasan tentang wesel.
Jadi ceritanya, bila bapak dan ibuku belum sempat berkunjung ke asrama karena sebuah kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, wesel merupakan solusi manis dalam berkirim uang bulanan yang telah lama habis.
Namun, seiring perkembangan zaman sarana tekhnologi mengalami kemajuan. Saat kuliah dulu, untuk mengirim uang pembayaran ini dan itu, orang tuaku pun beralih sarana dari wesel ke mesin ATM. Dari pengiriman yang memakan waktu beberapa hari untuk sampai berubah menjadi sekian menit saja uang telah masuk direkening tujuan.
Tidak hanya itu, pengirim juga dimudahkan dengan aplikasi m Banking. Sehingga mereka yang tengah sibuk dengan beberapa pekerjaan dan tidak dapat ditinggalkan meski sekedar pergi ke bank, cukup membuka aplikasi M Banking. Urusan pengiriman uang tuntas terlaksana.
"Jaman sampean masih ada wesel gak?" tanyaku pada adik kelas yang terpaut beberapa tahun lebih muda dariku.
"Tidak ada mbak. Jaman saya jadi santri sudah pakai ATM." jawabnya sambil menyunggingkan segaris senyum tulus padaku. Adem banget melihatnya. Sudah cantik, sholehah pula, sebagai isteri gak neko-neko, qona'ah dan telaten mendidik anak. Wuih, bisa tidak ya aku sepertinya? Huush...huush..pergi...pergi...lamunanku ku lipat baik dalam hati dan ingatan agar berbekas juga padaku.
Kita boleh belajar kepada siapa saja. Bahkan kepada anak balitapun kita dapat belajar sikap mudah memaafkan.
Lamunanku membumbung tinggi ke angkasa masih tentang mesin ATM. Kalau dulu wesel, sekarang ATM. Nanti apa ya?
Pikiranku yang tidak sabar untuk selalu membuka HP, tiba-tiba turut berbisik lembut. Hp plus mesin ATM. Kalau sekarang ada dompet yang dapat memuat uang kertas, beberapa kartu dan HP, ini sebaliknya.
Di masa mendatang, dengan kemajuan tekhnologi yang kian berkembang bisa jadi muncul sebuah gawai baik berupa HP ataupun notebook dengan fitur multifungsi.
Selain dapat berkomunikasi, juga sebagai tempat penyimpana uang sekaligus tempat pengambilannya dengan jumlah nominal lima ratus ribuh hingga sejuta. Tujuannya? Untuk mempermudah, simpel dan praktis. Besarnya seperti apa ya?
Comments
Post a Comment