Skip to main content

Mencari Sebuah Ide


Jika lagu mellow tidak dapat menghidupkan mood boostermu dalam mencari ide. Lantas dengan apa?

🎵Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya
🎶Abdulmuthalib kakeknya, Abuthalib pamannya
🎵Khadijah istri setia Fatimah putri tercinta

🎶Semua bernasab mulia, dari Quraisy ternama

Syair lagu karangan Habib Rizieq menggema melalui mp3 menghangatkan dinginnya malam waktu itu. Kali ini jemariku mengeluh penat. Bukan karena seharian mencabuti rerumputan yang tumbuh lebat di hamparan halaman rumah, namun usahanya yang keras dalam menyulam kalimat membuat mereka menjerit lelah tetapi puas.

Di latihan sekarang, aku ingin membuat opening paragraf yang memikat. Temanya tentang apa? Eemmh..tetiba ingatanku jatuh pada alunan melodi berirama yang dinyanyikan oleh Fitriana Kamila. Ini lagu syahdu sekali. Sang penyanyi membawakannya dengan hati tentu sampai juga ke hati.
" Bila kita berhutang budi banyak kepada Sang pembawa Risalah, yang karenanya kita mampu merasakan nikmatnya iman dan islam. Lantas, dengan apa kita sampaikan cinta padanya?"

Satu opening paragraf telah rampung, aku lanjutkan dengan membuat judul bagus penggugah pembaca. Namun, untuk kedua kalinya ingatanku tersungkur pada hari raya idul adha yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Saat itu hewan ternak banyak dikurbankan. Ketika hendak dibagikan sesuai takaran ketentuan syari'at, dianjurkan untuk stop menggunakan kantung plastik sebagai wadah daging. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah ramah lingkungan seperti daun pisang dan besek bambu guna sebagai upaya merawat dan mencintai bumi dengan menjaga kelestarian lingkungan.

'Go green for better life and better environment'.

Demikian pesan yang disampaikan oleh pencinta lingkungan hidup. Bukankah menjaga ciptaan Allah berupa alam semesta dengan segala keindahannya merupakn sikap yang Allah sukai?

Comments

Popular posts from this blog

Secangkir Kopi Panas

Tepat jam 09.00 malam, si sulung tidur nyenyak dengan bertelanjang dada di atas ubin. Sejak kecil ia tidak suka tidur beralas kasur. Suatu ketika saya pernah mensiasatinya dengan mengajaknya tidur di atas hambal atau karpet, tetap saja 10 menit dari tidurnya, tubuhnya yang bulat akan bergeser ke samping mencari area dingin untuk badannya. Awalnya, aku sangat mengkhawatirkannya. Khawatir dinginnya ubin berpengaruh negatif pada paru-paru atau organ dalam lainnya. Kekhawatiran itu sirna setelah si Paksu menunjukkan artikel tentang efek tidur di atas ubin yang mengatakan bahwa hal itu tidak berdampak apa-apa bagi kesehatan hanya saja membuat badan jadi pegal-pegal karena sifat ubin yang keras tidak lembut seperti kasur. Keesokan harinya setelah ku tanyakan si kakak perihal badannya apakah pegal atau tidak? Jawabnya dengan santai " Enggak tuh bu!". Ok, kekhawatiran yang mendera sirna. Kembali pada cerita awal, rasa lelah belum membuat mataku terpejam dan lelap. Aku merasa...

Bellpalsy

Sudah dua hari nina duduk termenung meratapi penyakit yang tengah menderanya saat ini. Siapa sangka diumur pernikahan yang masih sebiji jagung, ia sudah terkena stroke. Yah dia mengira menyakit yang membuat mentalnya hancur saat ini adalah stroke. Karena mulutnya yang mencong dan garis wajah di kedua sisi tidak simetris. "Ya Allah, baru saja aku sembuh dari penyakit itu, sekarang kau beri aku penyakit ini". Gumamnya dalam hati. Keluh kesah tak lagi ia pendam. Ia luapkan dengan kucuran air mata yang tak mampu dibendungnya. "Ayo dik, siap-siap ya. Kita ke dokter saraf sekarang" kata Doni, suami Nina yang masih sibuk merekap beberapa nota pengiriman gula. "Sudah, jangan nangis terus. Nanti manisnya hilang lo". Hiburnya dari kursi tempat ia duduk. "ih mas ini..ngeledekin aku terus. Sudah muka perot begini masih dibilang manis. Kena sendiri baru tau rasa". Jawabnya cepat seolah menunjukkan rasa tidak suka dengan sikap suami yang berusah...

Sebuah Rasa

Nina adalah seorang janda dengan satu anak Perempuan yang sedang beranjak remaja. Setiap hari ia habiskan waktu dengan bekerja sebagai pembuat kue basah di sebuah toko catering milik bu Rina. Sebagai single parent, tak membuatnya bersikap lemah dalam memenuhi kebutuhan harian ia dan puterinya. Ia mulai terbiasa hidup keras. Kesedihan sebab ditinggal mati sang suami tidak lagi ia rasakan. Jarang sekali ibu Rina menemukan Nina dalam kondisi bersedih . Sikap qona'ah atas takdir Allah sepenuhnya mampu membuatnya menjadi sosok tangguh di tengah arus persaingan ekonomi yang semakin ketat. Namun, beberapa hari ini, Nina bukanlah wanita yang dapat beraktifitas seperti biasanya. Ia lebih sering terlihat murung dan gelisah. Beberapa kali ibu Rina memergokinya tengah serius memencet-mencet tombol ponselnya seolah mengetik sebuah kalimat namun selalu ia hapus. Ibu Rina tak berani bertanya terlalu dalam tentang perihal yang sedang mengganggunya saat ini. Sementara Nina, sudah d...