" Eh tau gak? Orang itu semalam jerit-jerit lo" cabai memulai gosipannya dengan membahas si nyonya penghuni rumah.
"Kenapa jerit-jerit?" tanya lengkuas penasaran.
" Sepertinya sih bertengkar. Sudah dua hari si suami berangkat pagi pulang petang." Jawab cabai sok tahu.
"Wah..wah.. Kamu jangan gitu..sebaiknya bertanya dulu..entar jadi fitnah lo" tiba-tiba air di dalam botol Aqua nyeletuk. Sedikit sih tapi bermakna.
"Eh, tapi iya lo, aku semalam dengar sendiri kalau orang itu jerit-jerit." Lanjut lengkuas tidak terima karena air menganggap mereka mengada-ada.
Tidak lama dari itu, botol dan air dibawa si nyonya menemaninya di teras rumah. Si nyonya yang mulai tidak kuasa menahan sakit, mulai memencet tombol HP.
Di seberang menjawab dengan suara kelelahan namun berusaha untuk mengerti.
"Iya bu ada apa? "Tanya sang suami padanya.
"Bapak, kalau sudah kerjaannya segera pulang ya! Aku minta dianterin ke dokter gigi" jawab si nyonya dengan suara menahan sakit.
"Ok, Bu. Tuh kan kemarin kan sudah ku tawarkan untuk periksa, ibu tetap saja kekeh mengandalkan garam". Jawab suami di seberang.
"Iya, ibu kira air garam bisa menyembuhkan ternyata hanya pereda nyeri". Jawab si Nyonya
"Iya, segera siap-siap ya! 20 menit lagi kita ke dokter!"Jawab sang suami segera menutup pembicaraan.
Sudah dua hari ibu Mermaid mengadu kesakitan karena sakit gigi. Sesekali terdengar menjerit sesekali terdengar menangis. Bahkan ketik berbicara dengan suaminyapun bawaannya uring-uringan, yah namanya sakit gigi.
Para bumbu yang hanya mengandalkan pendengaran tanpa bertanya terlebih dahulu segera ditumbuk oleh Nyonya untuk membumbui 2 ekor ikan besar yang sempat dibelinya tadi sore.
"Kamu tempatnya di sini! Buat masakanku pedas dan beraroma ya! Jangan melakukan hal diluar urusanmu ntar jadi busuk gak kemakan lo" si Nyonya segera mengulek cabai dan lengkuas dengan halus.
Comments
Post a Comment