Pertemuan kali ini sangatlah asik. Bagaimana tidak? Kali ini kita membahas tentang passion yang dimulai dari sebuah pertanyaan unik dari Coach L berbunyi" Apa warna passionmu?"
Waw passion. Sepintas terbersit dalam benak mengingat ingat arti passion. "Emmmh sepertinya passion is hobby?" jawabku pada diriku sendiri. Namun karena kurang yakin, ku browsing lewat mbah google mencari makna passion.
Di sana ku temukan satu definisi yang sesuai dengan pemahamanku bahwa passion adalah aktifitas yang tidak pernah merasa bosan untuk dilakukan, tidak memperhitungkan untung dan ruginya dan tentunya dilakukan secara ikhlas.
Well ku simpulkan passion is hobby menurut aku sih. Dan jawaban dari pertanyaan di atas adalah kuning muda. Berhubung aku sedang terpikat dengan hijab Daffi berwarna kuning muda maka jawabanku ya warna itu. Bagiku malam ini warna kuning berasa keren dan cerah.
Selanjutnya, coach L bertanya " mengapa Allah memberimu passion?" jawabanku untuk melengkapi salah satu keunikan hidup.
Aku melihat hidup itu unik. kenapa? Di satu hari kita dapat merasakan perbedaan suasana hati yang mudah berubah. Terkadang senang saja, beberapa lama emotional kemudian menyesal, sedih lalu tertawa lagi. Semua ini tentunya dipengaruhi banyak faktor. Meski sebenarnya kita seharusnya membiarkan hati kita selalu berada dalam kesenangan, keamanan dan kenyamanan.
Setelah melaksanakan kewajiban kita seharian penuh, sebagai nutrisi otak karena terkadang muncul rasa lelah dan jenuh di pikiran, maka butuh yang namanya upaya mewujudkan passion kita. Apa tujuannya? Bagiku ini ibarat penyegar pikiran, menyehatkan dan penyemangat.
Ketika ditanya apa sih sebenarnya passion mu? Maka aku menjawab membaca. Aku sangat suka membaca. Membaca buku dan materi materi yang ku inginkan untuk di baca di aplikasi browsing internet.
Membaca bagiku tidak hanya melibatkan mata. Tetapi juga pikiran, imaginasi dan hati. Maka ketika aku melihat sebuah film yang diangkat dari novel yang pernah ku baca, terkadang aku merasa illfeel karena tidak sesuai dengan espektasiku sendiri. Oleh karenanya, aku lebih suka membaca dari pada melihat gambar.
Selanjutnya, bila ada pertanyaan yang berbunyi, " siapa yang bertanggungjawab atas pengembangan passionmu?" maka jawabanku ya aku sendiri.
Aku tidak mau membiarkan pikiranku melayu bersama lumut kehidupan yang dapat membunuh segala kreatifitas kita sebagai manusia.
Aku tidak mau membiarkan fikiranku terbawa arus ketertinggalan dan terjebak dalam kondisi jahiliyah, terbelakang, sia-sia danvtidak bermanfaat untuk masa depan dan akhiratku.
Oleh karenanya, untuk menjual passionku aku harus mengerahkan segala daya kreatifitas agar orang orang di sekitarku tersuntik atau terpengaruh dengan passionku ini.
Minimal mengabarkan bahwa dengan membaca wawasan kita bertambah, pikiran sempit jadi terluaskan dan sikap antipati kita terkikis dengan munculnya toleransi.
Waw passion. Sepintas terbersit dalam benak mengingat ingat arti passion. "Emmmh sepertinya passion is hobby?" jawabku pada diriku sendiri. Namun karena kurang yakin, ku browsing lewat mbah google mencari makna passion.
Di sana ku temukan satu definisi yang sesuai dengan pemahamanku bahwa passion adalah aktifitas yang tidak pernah merasa bosan untuk dilakukan, tidak memperhitungkan untung dan ruginya dan tentunya dilakukan secara ikhlas.
Well ku simpulkan passion is hobby menurut aku sih. Dan jawaban dari pertanyaan di atas adalah kuning muda. Berhubung aku sedang terpikat dengan hijab Daffi berwarna kuning muda maka jawabanku ya warna itu. Bagiku malam ini warna kuning berasa keren dan cerah.
Selanjutnya, coach L bertanya " mengapa Allah memberimu passion?" jawabanku untuk melengkapi salah satu keunikan hidup.
Aku melihat hidup itu unik. kenapa? Di satu hari kita dapat merasakan perbedaan suasana hati yang mudah berubah. Terkadang senang saja, beberapa lama emotional kemudian menyesal, sedih lalu tertawa lagi. Semua ini tentunya dipengaruhi banyak faktor. Meski sebenarnya kita seharusnya membiarkan hati kita selalu berada dalam kesenangan, keamanan dan kenyamanan.
Setelah melaksanakan kewajiban kita seharian penuh, sebagai nutrisi otak karena terkadang muncul rasa lelah dan jenuh di pikiran, maka butuh yang namanya upaya mewujudkan passion kita. Apa tujuannya? Bagiku ini ibarat penyegar pikiran, menyehatkan dan penyemangat.
Ketika ditanya apa sih sebenarnya passion mu? Maka aku menjawab membaca. Aku sangat suka membaca. Membaca buku dan materi materi yang ku inginkan untuk di baca di aplikasi browsing internet.
Membaca bagiku tidak hanya melibatkan mata. Tetapi juga pikiran, imaginasi dan hati. Maka ketika aku melihat sebuah film yang diangkat dari novel yang pernah ku baca, terkadang aku merasa illfeel karena tidak sesuai dengan espektasiku sendiri. Oleh karenanya, aku lebih suka membaca dari pada melihat gambar.
Selanjutnya, bila ada pertanyaan yang berbunyi, " siapa yang bertanggungjawab atas pengembangan passionmu?" maka jawabanku ya aku sendiri.
Aku tidak mau membiarkan pikiranku melayu bersama lumut kehidupan yang dapat membunuh segala kreatifitas kita sebagai manusia.
Aku tidak mau membiarkan fikiranku terbawa arus ketertinggalan dan terjebak dalam kondisi jahiliyah, terbelakang, sia-sia danvtidak bermanfaat untuk masa depan dan akhiratku.
Oleh karenanya, untuk menjual passionku aku harus mengerahkan segala daya kreatifitas agar orang orang di sekitarku tersuntik atau terpengaruh dengan passionku ini.
Minimal mengabarkan bahwa dengan membaca wawasan kita bertambah, pikiran sempit jadi terluaskan dan sikap antipati kita terkikis dengan munculnya toleransi.
Comments
Post a Comment